Daftar Blog Saya

Jumat, 26 November 2010

KOMUNIKASI PADA ANAK (BALITA)

 Dalam melakukan komunikasi pada anak perawat perlu memperhatikan berbagai aspek diantaranya adalah usia tumbuh kembang anak, cara berkomunikasi dengan anak, metode dalam berkomunikasi dengan anak tahapan atau langkah-langkah dalam melakukan komunikasi dengan anak serta peran orang tua dalam membantu proses komunikasi dengan anak sehingga bisa didapatkan informasi yang benar dan akurat.

A. Komunikasi dengan anak berdasarkan usia tumbuh kembang

1. Usia Bayi (0-1 tahun)

Komunikasi pada bayi yang umumnya dapat dilakukan adalah dengan melalui gerakan-gerakan bayi, gerakan tersebut sebagai alat komunikasi yang efektif, di samping itu komunikasi pada bayi dapat dilakukan secara non verbal. Perkembangan komunikasi pada bayi dapat dimulai dengan kemampuan bayi untuk melihat sesuatu yang menarik, ketika bayi digerakkan maka bayi akan berespons untuk mengeluarkan suara-suara bayi. Perkembangan komunikasi pada bayi tersebut dapat dimulai pada usia minggu ke delapan dimana bayi sudah mampu untuk melihat objek atau cahaya, kemudian pada minggu kedua belas sudah mulai melakukan tersenyum. Pada usia ke enam belas bayi sudah mulai menolehkan kepala pada suara yang asing bagi dirinya. Pada pertengahan tahun pertama bayi sudah mulai mengucapkan kata-kata awal seperti ba-ba, da-da, dan lain-lain. Pada bulan ke sepuluh bayi sudah bereaksi terhadap panggilan terhadap namanya, mampu melihat beberapa gambar yang terdapat dalam buku. Pada akhir tahun pertama bayi sudah mampu mengucapkan kata-kata yang spesifik antara dua atau tiga kata.
Selain melakukan komunikasi seperti di atas terdapat cara komunikasi yang efektif pada bayi yakni dengan cara menggunakan komunikasi non verbal dengan tehnik sentuhan seperti mengusap, menggendong, memangku, dan lain-lain.


2. Usia Todler dan Pra Sekolah (1-2,5 tahun, 2,5-5 tahun)

Perkembangan komunikasi pada usia ini dapat ditunjukkan dengan perkembangan bahasa anak dengan kemampuan anak sudah mampu memahami kurang lebih sepuluh kata, pada tahun ke dua sudah mampu 200-300 kata dan masih terdengan kata-kata ulangan.
Pada anak usia ini khususnya usia 3 tahun anak sudah mampu menguasai sembilan ratus kata dan banyak kata-kata yang digunakan seperti mengapa, apa, kapan dan sebagainya. Komunikasi pada usia tersebut sifatnya sangat egosentris, rasa ingin tahunya sangat tinggi, inisiatifnya tinggi, kemampuan bahasanya mulai meningkat, mudah merasa kecewa dan rasa bersalah karena tuntutan tinggi, setiap komunikasi harus berpusat pada dirinya, takut terhadap ketidaktahuan dan perlu diingat bahwa pada usia ini anak masih belum fasih dalam berbicara (Behrman, 1996).
Pada usia ini cara berkomunikasi yang dapat dilakukan adalah dengan memberi tahu apa yang terjadi pada dirinya, memberi kesempatan pada mereka untuk menyentuh alat pemeriksaan yang akan digunakan, menggunakan nada suara, bicara lambat, jika tidak dijawab harus diulang lebih jelas dengan pengarahan yang sederhana, hindarkan sikap mendesak untuk dijawab seperti kata-kata “jawab dong”, mengalihkan aktivitas saat komunikasi, memberikan mainan saat komunikasi dengan maksud anak mudah diajak komunikasi dimana kita dalam berkomunikasi dengan anak sebaiknya mengatur jarak, adanya kesadaran diri dimana kita harus menghindari konfrontasi langsung, duduk yang terlalu dekat dan berhadapan. Secara non verbal kita selalu memberi dorongan penerimaan dan persetujuan jika diperlukan, jangan sentuh anak tanpa disetujui dari anak, bersalaman dengan anak merupakan cara untuk menghilangkan perasaan cemas, menggambar, menulis atau bercerita dalam menggali perasaan dan fikiran anak si saat melakukan komunikasi.

3. Usia Sekolah (5-11 tahun)

Perkembangan komunikasi pada anak usia ini dapat dimulai dengan kemampuan anak mencetak, menggambar, membuat huruf atau tulisan yang besar dan apa yang dilaksanakan oleh anak mencerminkan pikiran anak dan kemampuan anak membaca disini sudah muncul, pada usia ke delapan anak sudah mampu membaca dan sudah mulai berfikir tentang kehidupan.
Komunikasi yang dapat dilakukan pada usia sekolah ini adalah tetap masih memperhatikan tingkat kemampuan bahasa anak yaitu menggunakan kata-kata sederhana yang spesifik, menjelaskan sesuatu yang membuat ketidakjelasan pada anak atau sesuatu yang tidak diketahui, pada usia ini keingintahuan pada aspek fungsional dan prosedural dari objek tertentu sangat tinggi. Maka jelaskan arti, fungsi dan prosedurnya, maksud dan tujuan dari sesuatu yang ditanyakn secara jelas dan jangan menyakiti atau mengancam sebab ini akan membuat anak tidak mampu berkomunikasi secara efektif.

4. Usia Remaja (11-18 tahun)

Perkembangan komunikasi pada usia remaja ini ditunjukkan dengan kemampuan berdiskusi atau berdebat dan sudah mulai berpikir secara konseptual, sudah mulai menunjukkan perasaan malu, pada anak usia sering kali merenung kehidupan tentang masa depan yang direfleksikan dalam komunikasi. Pada usia ini pola pikir sudah mulai menunjukkan ke arah yang lebih positif, terjadi konseptualisasi mengingat masa ini adalah masa peralihan anak menjadi dewasa.
Komunikasi yang dapat dilakukan pada usia ini adalah berdiskusi atau curah pendapat pada teman sebaya, hindari beberapa pertanyaan yang dapat menimbulkan rasa malu dan jaga kerahasiaan dalam komunikasi mengingat awal terwujudnya kepercayaan anak dan merupakan masa transisi dalam bersikap dewasa.


B. Cara komunikasi dengan anak

Komunikasi dengan anak merupakan sesuatu yang penting dalam menjaga hubungan dengan anak,melalui komunikasi ini pula perawat dapat memudahkan mengambil berbagai data yang terdapat pada diri anak yang selanjutnya digunakan dalam penentuan masalah keperawatan atau tindakan keperawatan. Beberapa cara yang dapat digunakan dalam berkomunikasi dengan anak, antara lain :

1. Melalui orang lain atau pihak ketiga

Cara berkomunikasi ini pertama dilakukan oleh anak dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak, dengan menghindari secara langsung berkomunikasi dengan melibatkan orang tua secara langsung yang sedang berada di samping anak. Selain itu dapat digunakan cara dengan memberikan komentar tentang mainan, baju yang sedang dipakainya serta hal lainnya, dengan catatan tidak langsung pada pokok pembicaraan.

2. Bercerita

Melalui cara ini pesan yang akan disampaikan kepada anak dapat mudah diterima, mengingat anak sangat suka sekali dengan cerita, tetapi cerita yang disampaikan hendaknya sesuai dengan pesan yang akan disampaikan, yang dapat diekspresikan melalui tulisan maupun gambar.

3. Memfasilitasi

Memfasilitasi anak adalah bagian cara berkomunikasi, melalui ini ekspresi anak atau respon anak terhadap pesan dapat diterima. Dalam memfasilitasi kita harus mampu mengekspresikan perasaan dan tidak boleh dominan, tetapi anak harus diberikan respons terhadap pesan yang disampaikan melalui mendengarkan dengan penuh perhatian dan jangan merefleksikan ungkapan negatif yang menunjukkan kesan yang jelek pada anak.

4. Biblioterapi

Melalui pemberian buku atau majalah dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan, dengan menceritakan isi buku atau majalah yang sesuai dengan pesan yang akan disampaikan kepada anak.

5. Meminta untuk menyebutkan keinginan

Ungkapan ini penting dalam berkomunikasi dengan anak, dengan meminta anak untuk menyebutkan keinginan dapat diketahui berbagai keluhan yang dirasakan anak dan keinginan tersebut dapat menunjukkan perasaan dan pikiran anak pada saat itu.

6. Pilihan pro dan kontra

Penggunaan teknik komunikasi ini sangat penting dalam menentukan atau mengetahui perasaan dan pikiran anak, dengan mengajukan pasa situasi yang menunjukkan pilihan yang positif dan negatif sesuai dengan pendapat anak.

7. Penggunaan skala

Penggunaan skala atau peringkat ini digunakan dalam mengungkapkan perasaan sakit pada anak seperti penggunaan perasaan nyeri, cemas, sedih dan lain-lain, dengan menganjurkan anak untuk mengekspresikan perasaan sakitnya.

8. Menulis

Melalui cara ini anak akan dapat mengekspresikan dirinya baik pada keadaan sedih, marah atau lainnya dan biasanya banyak dilakukan pada anak yang jengkel, marah dan diam. Cara ini dapat dilakukan apabila anak sudah memiliki kemampuan untuk menulis.

9. Menggambar

Seperti halnya menulis menggambar pun dapat digunakan untuk mengungkapkan ekspresinya, perasaan jengkel, marah yang biasanya dapat diungkapkan melalui gambar dan anak akan mengungkapkan perasaannya apabila perawat menanyakan maksud dari gambar yang ditulisnya.



10. Bermain

Bermain alat efektif pada anak dalam membantu berkomunikasi, melalui ini hubungan interpersonal antara anak, perawat dan orang di sekitarnya dapat terjalin, dan pesan-pesan dapat disampaikan.



Komunikasi Pada Berbagai Tingkat Perkembangan

3 years ago
  • Email
  • Favorite
  • Download
  • Embed
  • More…
×

Like this presentation?

0 comments

Embed Video
Post Comment
Edit your comment Cancel

3 Favorites

Komunikasi Pada Berbagai Tingkat Perkembangan - Presentation Transcript

  1. KOMUNIKASI PADA BERBAGAI TINGKAT PERKEMBANGAN Ns, Ening Wahyuni, skep
  2. Pengantar
    • Faktor kematangan sanagt mempengaruhi kemampuan individu dalam berkomunikasi. Kematangan ini didukung oleh ;
    • - Kesempurnaan indra
    • - Kesempurnaan dan kematangan otak
    • - Kematangan psikologis
  3. Komunikasi dalam berbagi tingkat dibagi dalam :
    • 1.Komunikasi pada bayi
    • 2.Komunikasi pada prasekolah
    • 3.Komunikasi pada usia sekolah
    • 4.Komunikasi pada usia remaja
    • 5.Komunikasi pada usia dewasa
    • 6. Komunikasi pada usia lansia
  4. Komunikasi pada bayi
    • Perkembangan indera:
    • Penglihatan :
    • - penglihatan kabur
    • - merespon cahaya
    • Usia 3 bulan
    • - Kemampuan koordinasi mata Meningkat , mampu melihat objek dengan jelas dalam jarak relatif jauh.
    • Usia 4 bulan ; bayi mampu mengenali objek dan mengikuti gerakannya.
    • Usia 6 bulan : Mampu mengidentifikasi warna
    • Pendengaran :
    • Hari 3 – 7 : baru bisa mendengar , dilihat dari refleks kedip.selanjutnya dapat membedakan suara ibunya dengan suara orang lain.
    • Usia 9 :
    • dapat membedakan kata- kata, merespon perintah sederhana
    • Perabaaan
    • Kulit bayi sensitif, peka untuk merasakan sentuhan
    • Wicara
    • Prespeech forms Yaitu; menangis, merengek, gerak-gerik.
    • Tangisan merupakan bentuk komunikasi yang digunakan untuk menunjukan rasa lapar, haus, tidak nyaman , sakit , dll.
    • Bayi belajar menmgis merupakan cara yang effektif untuk menarik perhatian
    • Komunikasi pada bayi dengan menggunakan suara sentuhan, , belaian dan ciuman.
  5. Tujuan komunikasi
    • Memberi rasa aman kepada bayi
    • Memenuhi kebutuhan bayi akan kasih sayang
    • Melatih bayi mengembangkan bicara, mendengar, dan menerima rangsangan.
  6. Komunikasi Usia Pra sekolah
    • Pancaindera telah berkembang
    • sempurna
    • Perbendaharan belum lengkap
    • Anak belum bisa berpikir abstrak
    • bersifat egosentris
      • mereka memandang sesuatu hanya berfokus pada dirinya sendiri, sehingga komunikasi difokuskan pada dirinya.
    • Tujuan komunikasi :
      • Melatih ketrampilan penggunaan panca indra
      • Melatih ketrampilan kognitif, psikomotor dan affektif
      • Sebagai bentuk pembelajaran dan permainandalam melakukan hubungan dengan orang lain
      • Mengembangkan konsep diri
  7. Komunikasi Pada Usia Sekolah
    • Ugas perkembangan usia sekolah
    • Mengembangkan konsep yang diperlukan
    • dalam kehidupan sehari –hari
    • Mengembangkan kata, nilai, dan kesusilaan
    • Mengembangkan belajar kelompok
    • Belajar berteman dengan sebaya
    • Komunikasi pada masa sekolah ini dikembangkan dalam bentuk verbal dan non verbal , sebagai upaya untuk mengembangkan pembelajaran tentang aktivitas mandiri, tanggung jawab, dan konsep abstrak.
  8. Komunikasi pada usia remaja
    • Masa transisi dari usia anak ke usia remaja.
    • Pada masa ini , individu secara fluktuatif, berada pada pola pemikiran dan perilaku antara status dewasa dan anak – anak ‘
    • Pda usia ini sudah memahami nilai dan falsafah
  9. Komunikasi pada Dewasa
    • Pada usia ini terjadi puncak kematangan fisik, mental, dan ,sosial.
    • Tehnik komunikasi yang dikembangkan pada masa dewasa dengan mengembangkan komunikasi sebagai media transfer informasi.
    • Materi komunikasi pada masa ini adalah :
    • - Pekerjaan dan tugas
    • -Kegiataan kerumah tanggaan
    • - Kegiatan profesional
    • -Kegiatan sosial
  10. Komunikasi pada usia lansia
    • Komunikasi pada usia ini, dapat mengalami penurunun karena ada pe nurunan fungsi berbagai organ.
    • Penglihatan : Ggn penglihatan sering terjadi
    • Pendengaran :Hanya mendengar suara yang relaif keras dan dengan tempo yang lebih lambat
    • Gangguan ingatan berdapak pada penerimaan dan pengiriman pesan 





    Keterampilan Komunikasi Pada Anak

    SETIAP orang tua pasti pernah mengalami kesulitan komunikasi dengan anak. Ada masanya ketika anak anda tampak seperti mendengar perintah anda dengan penuh perhatian, tetapi kemudian tidak ingat apa-apa mengenai percakapan itu. Ada masanya anak anda berbicara terus menerus kemudian menuduh anda tidak mendengarkannya. Pada tahapan yang berbeda, anak-anak berkomunikasi dengan cara yang berbeda.
    Anak anda yang berusia lima tahun, dapat berubah seolah menjadi anak yang berusia empat belas tahun yang menjawab pertanyaan anda dengan hanya satu kata saja: anda bertanya ; bagaimana kabarmu sayang? ‘Baik’ jawabnya singkat. “apa yang kamu kerjakan di rumah teman kamu tadi?” ‘macam-macam’ jawabnya lagi.
    Anak-anak mengalami masa-masa dimana mereka sangat terbuka mengenai perasaan mereka. Dan ada kalanya, mereka lebih pendiam dan menyimpan sendiri pikiran-pikiran dan emosi mereka sendiri. Akan tetapi berkomunikasi setiap waktu dengan anak-anak adalah penting. Mempunyai hubungan baik yang terpelihara baik, tergantung pada komunikasi yang baik.
    Anak-anak merupakan komunikator yang baik. Mereka akan berbicara, mendengarkan sehingga mereka akan mendapatkan teman-teman,pendidikan,pekerjaan dan lain-lain. Cara anda berbicara dan mendengarkan anak-anak anda sangat mempengaruhi bagaimana mereka berkomunikasi dengan orang lain. Karena anak ini mengetahui hampir setiap naluri, bahwa komunikasi bukan hanya sekedar kata-kata yang keluar dari mulut anda.
    Komunikasi adalah juga bahasa tubuh yang menyertai kata-kata ini. Komunikasi yang baik adalah mengetahui kapan berbicara dan kapan untuk diam. Sebagaimana ketrampilan interpersonal, kemampuan untuk berkomunikasi dibentuk pertama kali oleh hubungan seorang anak dengan orang tuanya. Ketrampilan komunikasi dipelajari dirumah yaitu di masa bayi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar